3 Cara Paling Aneh Penggunaan Hewan Sebagai Makanan

Sebagian besar dari kita mengonsumsi produk hewani setiap hari atau hampir setiap hari, daging, ikan, produk susu, dan telur menjadi pola makan sebagian besar orang di Indonesia. 

Sebenarnya pasti sudah ada beberapa makanan dari hewan yang menurut Anda pribadi aneh dan tidak lazim untuk dimakan. Seperti saya yang kurang suka dengan teripang laut dan belut yang dijadikan makanan, saya merasa tidak bisa memakan benda yang memanjang dan polos serta kenyal-kenyal seperti itu.

Namun, list dibawah ini berisi makanan dari hewan yang sangat aneh. Mulai dari hidangan tradisional sampai ke makanan modern kekinian.

3 Cara Paling Aneh Penggunaan Hewan Sebagai Makanan
Casu Marzu, antvklik.com



1. Caviar Bekicot

Kaviar bekicot atau Caviar d'escargot adalah makanan lezat yang terus meningkat popularitasnya, asalnya dari negara yang terkenal dengan makanan yang lezat-lezat, Prancis. 

Para penggemar yang sering memakannya mengatakan bahwa makanan ini sangat lezat, walaupun memikirkannya saja tidak terlalu mengenakkan mengonsumsi telur bekicot.

Penikmat makanan ini tampaknya berusaha keras untuk mengkonsumsinya sesering mungkin, meskipun, sayangnya mungkin tidak terlalu sering, karena satu kilogram daviar d 'escargot bisa berharga sekitar £ 1.500 Pounds (sekitar Rp.3,000,000. Rupiah).

Caviar d'escargot terlihat digunakan dalam berbagai hidangan yang semakin kompleks, atau sebagai suguhan yang tampaknya sederhana di atas roti panggang hangat.


2. Casu Marzu - Keju dengan belatung



Casu marzu adalah jenis keju yang penampakanya sangat menakutkan yang dibuat dan populer di beberapa bagian Italia, terutama pulau Sardinia. 

Casu Marzu adalah keju yang difermentasi, pada dasarnya keju busuk yang menggunakan belatung, larva lalat keju, untuk mengubah kelezatan keju menjadi sesuatu yang malah mengakhiri nafsu makan bagi banyak orang, keju ini berisi cairan dan belatung hidup di dalamnya saat orang mengkonsumsinya.

Keju ini diceritakan sangat lembut, dan namanya secara harfiah berarti "keju busuk", dengan larva yang dimasukkan dengan tujuan untuk menciptakan kelezatan yang khas. 

Selain dari komposisi keju yang aneh, ada banyak kekhawatiran tentang keamanana makanan yang membuat keju ini dilarang di banyak daerah, meskipun di Sardinia, Casu Marzu masih dikonsumsi sebagai hidangan pernikahan tradisional.


3. Chaprah - Chutney dari Semut



Sejenis chutney (semacam saos/selai/pasta yang berasal dari India), yang pada umumnya berasal dari buah-buahan namun untuk yang satu ini agak aneh, chutney ini adalah kelezatan yang pertama kali muncul dari suku India dan dibuat dengan cara yang cukup mengagetkan, yaitu dengan menggiling semut merah kering dan telurnya menjadi sebuah Chutney.

Chutney ini dikatakan memiliki rasa panas, tajam, dan kuat yang disukai oleh penduduk setempat dan pecinta kuliner, ditambah lagi diyakini memiliki khasiat medis, meskipun klaim ini belum diteliti dan masih diragukan.

Pasta semut dicampur dengan berbagai jamu, rempah-rempah, bahan aromatik, gula, dan sayuran sebelum disajikan dan dinikmati.


Referensi:
Hannah Frishberg, 18/09/2019, Snail caviar is ‘a flavor incomparable with any other food’, https://nypost.com/2019/09/18/snail-caviar-is-a-flavor-incomparable-with-any-other-food/
Desy Kristi Yanti, 29/03/2021, Apa Itu Casu Marzu? Keju Belatung Asal Sardinia Italia, https://www.kompas.com/food/read/2021/03/29/121700575/apa-itu-casu-marzu-keju-belatung-asal-sardinia-italia?page=all
Regita Lorena, 08/09/2017, Mau Coba Makanan Eksotik Ini? Chutney Semut Merah dan Telurnya, https://food.detik.com/info-kuliner/d-3634268/mau-coba-makanan-eksotik-ini-chutney-semut-merah-dan-telurnya
spacer